Selasa, 15 Januari 2013

Urgensi Mempelajari Bahasa Asing Menurut Islam


Salah satu bukti dari kebesaran Allah ialah diciptakannya manusia dalam jumlah yang banyak dan terdiri dari berbagai golongan, bangsa, ras, dan suku yang berbeda. Tujuannya jelas, yakni agar sesama manusia itu sendiri saling mengenal satu dengan yang lainnya. Hal ini termaktub dalam Al-qur’an surah Al-Hujarat ayat 13:
“Wahai manusia! sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh Allah maha mengetahui, maha teliti” (Al-Hujarat:13)

Dari ayat di atas, terang sekali bahwa kita harus membuka diri untuk berkomunikasi dengan orang lain. Sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Seseorang tak akan bisa melestarikan keberlangsungan hidupnya tanpa orang-orang disekitarnya. Namun yang paling penting untuk diketahui adalah bahwa Islam sendiri mengharuskan umatnya untuk menjaga hubungan horizontal sebaik mungkin dengan sesama manusia.

Sebagai pemeluk Islam yang baik, maka komunikasi dan interaksi dengan orang lain perlu diperhatikan. Tentunya media komunikasi sangat dibutuhkan untuk menjalin interaksi tersebut. Dalam hal ini, bahasa sangatlah berperan penting. Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan atau pun ide terhadap orang lain. Bahasa juga dianggap sebagai sarana pemersatu masyarakat tertentu. Sebab itu, setiap daerah memiliki corak bahasa yang berbeda.

Lalu, seberapa pentingkah untuk kita mempelajari bahasa lain di luar bahasa bangsa kita?
Janganlah terlalu menutup diri untuk mengkaji bahasa lain hanya dengan alasan bahwa bahasa itu bukan milik negara kita. Bahasa Inggris contohnya, sebagian orang khususnya umat Islam masih menganggap Bahasa Inggris itu tak perlu dipelajari, sebab bahasa persatuan umat Islam adalah bahasa Arab, bukan Bahasa Inggris.  Bahkan ada yang sampai membenci bahasa tersebut dikarenakan pemilik bahasa itu adalah negara non muslim. Hal ini perlu diluruskan.

Sesungguhnya tidak ada alasan bagi kita untuk membenci Bahasa Inggris maupun bahasa asing lainnya, sebab yang pertama bahasa itu sendiri adalah ciptaan Allah Ta’ala sebagai salah satu bentuk tanda-tanda kekuasaannya. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan langit dan bumi, perbedaan bahasamu, dan warna kulitmu. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang yang mengetahui”. (Ar-Rum: 22). Ayat ini mengisyaratkan agar kita memahami berbagai bahasa yang ada. Terkait dengan dianjurkannya kita bersosialisasi dengan orang lain, maka bahasa sangat penting untuk digunakan. Apalagi lawan bicara adalah orang yang berasal dari daerah yang berbeda dengan kita. Paling tidak, ada satu bahasa yang bisa sama-sama dimengerti supaya pesan-pesan dan informasi tersampaikan dengan baik.

Kedua, bahasa adalah ilmu. Islam sendiri mewajibkan umatnya untuk menimba ilmu sejak lahir hingga ajal menjelang. Islam juga tidak pernah membatasi bidang ilmu apa saja yang wajib dipelajari umatnya. Oleh karena itu, bahasa tidak termasuk ke dalam daftar pengecualian bidang ilmu yang tidak perlu dipelajari.
Kita bisa melihat bahwa di era globalisasi sekarang ini pergaulan sudah tidak terbatas. Seseorang yang tinggal di bilik barat bumi akan dengan mudah berkomunikasi dan bertukar informasi dengan penghuni bilik timur jagad raya. Dunia luas ini seakan dilipat-lipat oleh teknologi canggih sehingga semuanya terasa dekat. Sehingga dijadikanlah beberapa bahasa sebagai bahasa internasional untuk menyatukan seluruh penghuni bumi ini, yakni Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Mandarin, Jerman, dan Perancis. Jika kita tidak mempelajari salah satu dari bahasa internasional tersebut, bagaimana mungkin kita bisa mengakses informasi, sains dan teknologi yang semakin berkembang pesat?

Selain itu, mempelajari bahasa asing tentunya juga menguntungkan bagi Islam. Sebab jika kita menguasai berbagai bahasa, maka kita akan dengan mudah menyampaikan dakwah Islam ke dunia Barat baik secara lisan maupun tulisan. Sehingga opini Barat tentang Islam bisa kita tepis dengan menjelaskan secara runut tentang semua konsep Islam dalam bahasa yang bisa mereka mengerti.

Maka, jika kita bergiat dan tidak menutup diri untuk mempelajari beragam bahasa yang Allah ciptakan di bumi ini, Insya Allah kita akan mampu bersaing hidup dengan orang-orang yang kehidupannya telah maju khususnya di bidang sains dan teknologi. Dan misi kita sebagai umat Islam untuk berdakwah juga akan mudah terlaksana.

 Oleh: Dahlia Siregar
Dimuat di Harian Analisa, Jum'at, 23 Sept 2011

2 komentar:

  1. kereeeen kakkk.. terbuka fikiran pasti yang membaca ini :)

    BalasHapus
  2. makasih Husna..semoga bermanfaat untuk kita semua.. :-)

    BalasHapus